Ketika sumber daya manusia terbatas, namun proses perubahan harus bergulir. Media kampanye menjadi unsur penting dari proses perubahan di OJK. Melalui media ini kami bisa menyampaikan pesan, memberikan informasi atau mengajak seluruh insan OJK untuk terlibat dalam proses perubahan.
Pertama kali yang perlu dipahami adalah komposisi pegawai berdasarkan generasi. Ternyata hampir 60 persen insan OJK adalah generasi Y. Oleha karena itu kami kemudian meyusun strategi komunikasi melalui berbagai media. Setiap media memiliki target, sehingga seluruh media bisa meliput seluruh insan OJK dari berbagai generasi. Saat ini terdapat tiga generasi yaitu baby boomer, generasi X dan generasi Y. Media dan pesan yang ingin disampaikan tentunya berbeda gaya komunikasi. Dari yang bersifat amat formal untuk generasi yang sudah berusia, sampai dengan yang sangat informal untuk generasi masa depan. Gadget juga menjadi pertimbangan penting karena pada saat ini tidak ada lagi insan OJK yang tidak memiliki gadget, sehingga hal tersebut bisa menjadi pertimbangan.
Hal pertama yang diminta kepada Departemen Pengelolaan Sistem Informasi (DPSI) adalah email blast ayoberubah@ojk.go.id. Hampir seluruh pegawai menggunakan komputer dan emailnya dalam pelaksanaan tugas. Sehingga media ini bisa digunakan untuk seluruh pegawai. Penggunaan email blast lebih sering ditujukan untuk menginformasikan mengenai upcoming events di OJK, sehingga yang ditampilkan lebih banyak dalam bentuk poster atau banner.
Media kedua yang digunakan adalah screen saver di masing-masing komputer seluruh insan OJK. Media ini amat bermanfaat untuk menginternalisasi nilai strategis atau program kerja karena ditamplikan berulang-ulang sehingga pesan ini bisa masuk ke bawah alam sadar pegawai karena sejak pagi hari duduk di meja sampai dengan pulang disajikan materi yang berulang-ulang. Dukungan DPSI amat dubutuhkan sehingga mereka dapat memasukkan materi kedalam server OJK.
Materi yang sama juga bisa disampaikan melalui sticker lift. Setiap insan OJK memasuki lift mereka tanpa sadar melihat materi nilai strategis yang ditujukan menginternalisasi nilai dan perilaku utama. Yang amat disayangkan pada pelaksanaannya adalah mengenai keterbatasan penggunaan sticker lift ini. Dari tiga gedung yg digunakan di kantor pusat, hanya di soemitro yang bisa diiplementasikan. Di radius prawiro ditolak oleh pemilik gedung, sedangkan di merdeka sulit dilakukan mengingat gedung tersebut adalah public area. Tenant gedung tersebut bukan hanya OJK, sehingga sulit untuk dieksekusi.
Kondisi yang sama juga ditemukan pada media monitor televisi yang digunakan untuk menayangkan pesan-pesan singkat program perubahan dari pimpinan maupun informasi penting lainnya. Seperti sticker lift, ide ini hanay dapat direalisasikan di gedung Soemitro. Namun demikian untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut, setiap satuan kerja diberikan anggaran untuk membeli monitor. Mereka dapat menggunakan monitor tersebut untuk kmpanye program budaya satker mereka, dan tidak perlu lagi mencetak poster atau banner. DMPB sendiri kemudian banyak membuat video yang dirancang secara khusus, atau merupakan liputas acara untuk OJKWay TV, untuk kemudian didistribusikan kepada monitor seluruh satuan kerja.
Majalah integrasi menjadi media alternatif berikutnya. Media yang semula terbit dua bulan kemudian berdasarkan hasil kuesioner menjadi bulanan. Materi yang semula ditujukan untuk memberi informasi terhadap seluruh kegiatan yang terjadi di OJK, kemudian berevolusi kembali ke khittahnya untuk memberikan kegiatan manajemen perubahan di OJk. Rubrikasi dikelola sedemikian rupa sehingga bisa menampung seluruh aspirasi kegiatan perubahan dan busaya kerja di OJK. Majalah ini semula dicetak untuk seluruh insan OJK, namun dalam perkembangannya atas masukan para change partner, mereka cenderung agar majalah integrasi diberikan dalam bentuk majalah digital. Setiap penerbitan akhirnya DMPB hanya perlu menyampaikan poster dan link sehingga bisa menguransi memori yang dikirim melalui pdf majalah sebelumnya.
DMPB juga membuat back drop besar mengenai mimpi perubahan di OJK. Media ini semula ditayangkan pada saat kegiatan change leader forum, namun kemudian diputuskan untuk dibawa ke lobby gedung Soemitro untuk menginformasi mimpi DMPB sehingga bisa menjadi mimpi seluruh insan OJK. UNiknya apabila ada kunjungan dari sekolah atau perguruan tinggi, backdrop ini kemudian menjadi salah satu tempat favorit untuk mengambil gambar bersama atau sekedar selfie.
Salah satu permasalahan di awal pendirian OJK adalah kurangnya informasi sesama insan OJK. Saat itu Departemen Organisasi dan Sumber Daya Manusia belum memiliki sistem informasi pegawai sehingga sulit untuk saling mengenal sesama insan OJK. Selain itu insan OJK juga banyak yang gemar melakukan posting mengenai kehidupan sehari-harinya. Untuk itu kemudian diambil inisiatif untuk membuat facebook ala OJK dalam bentuk minisite. Dengan demikian insan OJK yang mengikuti minisite ini akan bisa lebih mengenal sekaligus posting aktivitas baik dalam rangka pelaksanaan tugas maupun dalam kehidpuan pribadinya. Minisite ini juga dilengkapi dengan fitur whatsap untuk sesama insan OJK. Terdapat juga fitur ADK menjawab, dimana insan OJK bisa bertanya kepada anggota Dewan Komisioner dan akan mendapat jawaban. Salah satu fitur yang bisa juga meningkatkan kebersamaan sesama insan OJK adalah fitur jual beli. Daripada bertransaksi dengan pihak yang belum dikenal, maka traksaksi dengan sesama insan OJK dijamin aman dan lebih murah.
Media kampanye terakhir yang dimiliki adalah media sosial dalam bentuk instagram, facebook dan youtube dengan nama OJKWay. Khusus untuk instagram follower-nya bahkan melebih dari akun resmi dari OJK sendiri. Instagram amat ampuh mengingat amat populer di kalangan generasi Y. Sehingga setiap harinya bisa terdapat 5-6 post ataupun re-post. Hampir setiap departemen juga memiliki akun instagram sehingga seluruh kegiatan perubahan dan busaya kerja mereka bisa diketahui oleh banyak pihak. Khusus untuk youtube, DMPB memiliki banyak sekali video yang dibuat dalam rangka kampanye dan juga hasil lomba media kampanye yang leibatkan seluruh satuan kerja di OJK.
Media kampanye menjadi unsur penting dalam suatu proses perubahan, untuk itu perlu dikelola secara khusus. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mengelola secara khusus strategi komunikasi menggunakan media kampanye. Yang terpenting adalah menjaga kesinambungan dan konsistensi pengelolaan media kampanye itu sendiri sehingga ritme dan spirit perubahan bisa terus terjaga.