Copycat

Copycat kalau menurut kamus webster adalah “tukang tiru”. Dalam kehidupan banyak sekali orang yang sangat mengidolakan orang lain kemudian berusaha menirukan sikap atau gayanya dan bahkan rela untuk mengubah penampilan semirip mungkin dengan idolanya. Termasuk melakukan operasi plastik. Aneh tapi nyata. Ada orang yang melakukan operasi plastik berulang kali agar penampilannya mirip seperti boneka barbie. Tidak terhitung juga yang berusaha meniru Michael Jackson dan Elvis Presley. Itulah wujud dari sebuah pemujaan terhadap sesama manusia.

Dalam pekerjaan kitapun mengenal istilah copycat. Khusus untuk ini konotasinya agak negatif. Banyak orang yang kurang kreatif namun memiliki ambisi yang besar sehingga apapun yang dihasilkan atau dilakukan rekan kerjanya dia akan segera meniru. Sah saja dalam dunia pekerjaan, tidak ada larangan. Tidak ada juga hak intelektual yang mengatur tidak boleh ada duplikasi dalam pekerjaan di kantor.

Namun demikian, apakah anda membayangkan bahwa orang tersebut akan selalu dalam ketidakpastian. Selalu dalam kewaspadaan. Selalu dalam kondisi mengantisipasi orang lain. Tentunya akan amat melelahkan. Bahwa dia harus mengantisipasi, kemudian harus mampu melakukan hal yang sama, atau bahkan berlatih khusus untuk hal tertentu yang semula tidak dimilikinya. Pertanyaan besarnya adalah apakah orang tipe ini tidak lelah dan berusaha rileks dalam melakukan tugasnya? Apakah secara psikologis tidak melelahkan untuk selalu siaga menghadapi keadaan yang tidak bisa dikendalikannya? Wallahualam.

Sejatinya Allah swt menciptakan manusia dengan karakter dan keunikan masing-masing. Kemudian para ahli psikologi menyederhanakan dan berusaha mengelompokkan kepribadian orang dalam enam belas jenis. Masing2 jenis memiliki karakter tersendiri, termasuk kelemahan dan kelebihan. Adalah penting bagi seseorang untuk dapat memahami jatidirinya. Dengan demikian dia dapat memilih jenis pekerjaan yang cocok dengan kepribadiannya. Ataupun kalau sudah terlanjur bekerja di suatu instansi dan tidak ada opsi berpindah kerja, orang tersebut akan berusaha memperbaiki kekurangan atau memahami apa yang perlu dilakukan.

Adalah penting untuk belajar dari yang terbaik, namun bukan untuk meniru secara keseluruhan. Pelajaran tersebut harus disesuaikan dengan kondisi seseorang dan mengubahnya menjadi kekuatan kompetitif yang dimilikinya. Disitu letak keunggulan orang-orang besar di dunia ini. Otentik dengan dirinya masing-masing.

Leave a comment